Training Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan

Silabus Training Application of Risk Based Approach of APU and PPT for Banking sector

Deskripsi Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

Training Application of Risk Based Approach of APU and PPT for Banking sectorOtoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan POJK terbaru No 12/POJK.01/2017 terkait dengan penerapan program APU dan PPT di sektor jasa keuangan.

Semakin berkembangnya kompleksitas produk dan layanan jasa bank termasuk pemasarannya (multi channel marketing), serta semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi pada industri jasa keuangan maka semakin tinggi risiko bank digunakan sebagai sarana pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.

Pelatihan Penerapan Risk Based Approach (RBA) ini akan memberikan panduan bagi bank dalam pembuatan pedoman & standard operating procedure (SOP) berbasis risiko (RBA) , serta pembuatan laporan terkait program anti pencucian uang & pencegahan pendanaan terorisme (APU & PPT) dengan teknis pelaksanaannya yang sistematis dan terstruktur sehingga dapat mendeteksi risiko-risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme secara dini. Pelatihan akan membahas studi kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional.

Menimbang cukup kompleknya materi pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan ini bagi peserta, dibutuhkan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta tidak menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.

Tujuan Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

Dengan mengikuti pelatihan Enerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan Peserta dapat berbagi pengetahuan / sharing knowledge mengenai enerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan dengan peserta dari perusahaan lain yang bergerak di bidang Perbankan.

Materi Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

  1. Knowledge Check
  2. Budaya sadar risiko “financial crime”
  3. Overview kasus dan trend financial crime terkini terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme
  4. Overview PBI No 12/POJK.01/2017
  5. Overview UU No 8 Tahun 2010 dan UU No 9 Tahun 2013
  6. Peran dan fungsi petugas UKK (Unit Kerja Khusus) dalam Peranan Penerapan CDD berbasis risiko
  7. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD)
    a Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    b Jenis CDD
    c Proses CDD dan Penerapannya
    d Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    e Pemantauan profil nasabah/transaksi nasabah
  8. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko (RBA) dengan Pendekatan 4 Faktor Risiko Utama
    a nasabah;
    b negara/area geografis/yurisdiksi;
    c produk/jasa/transaksi; atau
    d jaringan distribusi (delivery channels)
  9. Pemahaman Definisi-Definisi Terkait RBA :
    a Risk Appetite, Risk Tolerance, Risk Capacity, Inherent Risk, Residual Risk
  10. Enam (6) Tahap Siklus Pendekatan Berbasis Risiko (RBA)
  11. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  12. Teknik Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan (TKM)
  13. Berbagai teknis money laundering (ML) dan pendanaan terorisme dengan menggunakan berbagai produk sektor perbankan
  14. Latihan pembuatan matrix risiko (likelihood dan impact) nasabah berbasis RBA dan penerapannya terhadap pemantauan TKM dan pengkinian data.
  15. Studi Kasus / Praktek pemecahan masalah Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan

Metode Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

Metode Training Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan dapat menggunakan fasilitas training zoom atau training online, dan bisa juga training offline atau training tatap muka.

Peserta Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

Peserta yang dapat mengikuti training Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan ini adalah yang ingin mendalami bidang Perbankan.

-> Karyawan front liner.
-> Middle management yang berhubungan dengan customer.
-> Unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT.
-> Legal, GCG, Corporate secretary, audit internal, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll.

Instructor Pelatihan Penerapan Risk Based Approach APU dan PPT untuk sektor Perbankan :

Instruktur yang berkompeten di bidang Perbankan

Kurnia Hadi Kurnia Hadi

Jadwal Berdiklat Training 2022

  • Batch 1 : 12-13 Januari 2022 | 25–26 Januari 2022
  • Batch 2 : 09-10 Februari 2022 | 22–23 Februari 2022
  • Batch 3 : 08-09 Maret 2022 | 23–24 Maret 2022
  • Batch 4 : 06–07 April 2022 | 19–20 April 2022
  • Batch 5 : 11-12 Mei 2022 | 18–19 Mei 2022
  • Batch 6 : 07–08 Juni 2022 | 28–29 Juni 2022
  • Batch 7 : 12–13 Juli 2022 | 20–21 Juli 2022
  • Batch 8 : 03–04 Agustus 2022 | 23-24 Agustus 2022
  • Batch 9 : 06–07 September 2022 | 20–21 September 2022
  • Batch 10 : 04–05 Oktober 2022 | 18–19 Oktober 2022
  • Batch 11 : 02-03 November 2022 | 16–17 November 2022 | 29–30 November 2022
  • Batch 12 : 07–08 Desember 2022 | 14–15 Desember 2022

 

Kisaran Rp 5.000.000,- an (**syarat dan ketentuan berlaku**)
Harga setiap kota akan berbeda serta semakin banyak peserta dalam 1 instransi yang sama, pun akan lebih murah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami segera.

Investasi dan Lokaspelatihan:

  • Yogyakarta
  • Jakarta
  • Bandung
  • Bali
  • Surabaya

Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas :

  • Module / Handout
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive
  • Training room full AC and Multimedia