PELATIHAN INDUSTRIAL SAFETY AND ENVIRONMENTAL

Office

Gedung Yayasan Darul Marfu
Jalan H. Zainuddin No. 43, Radio Dalam
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12140

Training Analisis Dampak Lingkungan

1. PELATIHAN AMDAL TIPE C

TUJUAN
Peserta menguasai peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan untuk penilaian dan pengambilan keputusan AMDAL; Peserta menguasai metoda dan teknik penilaian dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL; Peserta mampu melaksanakan tata cara penilaian dokumen AMDAL.

MATERI PELATIHAN:

A. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
Kebijaksanaan Nasional Pembangunan Lingkungan Hidup
Etika Lingkungan
Hukum Lingkungan
Tata Ruang

B.  ILMU LINGKUNGAN
Dasar-Dasar Ekologi
Tipologi Ekosistem dan Kerawanannya
Aspek Sosial dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Ekonomi Lingkungan

C.  PENGERTIAN, PROSES, MANFAAT & METODOLOGI AMDAL
Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
P e l i n g k u p a n
Teknik Konsultasi Publik
Kajian alternatif-alternatif dalam AMDAL
Prakiraan Dampak
Evaluasi Dampak
Dampak Kumulatif

D.  DAMPAK PEMBANGUNAN DAN PENANGANANNYA
Dampak pada Iklim & Atmosfer
Dampak Bising, Getaran dan Bau
Dampak pada Kualitas Udara
Dampak pada Sumber daya air
Dampak pada hidrodinamika kelautan
Dampak pada Penggunaan Lahan dan Tata Ruang
Dampak Pada Tanah, Lahan dan Tataguna Lahan
Dampak pada struktur bawah permukaan
Dampak pada Ekosistem Perairan
Dampak pada Ekosistem Perairan
Dampak pada Demografi
Dampak pada Sosial Ekonomi
Dampak pada Sosial Budaya
Dampak pada Kesehatan Masyarakat

E.  PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN
Pengelolaan lingkungan
Pemantauan Lingkungan
F.  METODOLOGI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Geofisik
Komponen Geofisik
Komponen Oseanografi
Komponen Transportasi & Tata Ruang
Komp. Tanah, Lahan & Tataguna Lahan
Kimia Udara
Komponen Kimia Udara
Komponen Bising, Getaran dan Bau
Komponen Air Tawar
Komponen Air Laut

G.  Biologi
Komponen Biota Darat
Komponen Biota Air
Sosial
Komponen Sosio Demografi
Komponen Sosial Ekonomi
Komponen Sosial Budaya
Kesehatan Masyarakat

I. TATA LAKSANA PENILAIAN AMDAL

J. SIMULASI PENILAIAN DOKUMEN AMDAL
Penilaian Dokumen KA. ANDAL
Latihan Penilaian Dokumen KA. ANDAL
Simulasi Sidang Komisi Penilaian KA. ANDAL
Penilaian Dokumen ANDAL
Penilaian Dokumen RKL-RPL
Latihan Penilaian Dokumen ANDAL, RKL-RPL
Simulasi Sidang Komisi Penilaian Dokumen ANDAL, RKL-RPL

K.  EVALUASI
Tulis
Lisan

2. PROPOSAL PELATIHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERPADU  (AMDAL A)

TUJUAN
Peserta memperoleh wawasan dan pemahaman mengenai kebijakan pembangunan dan perundang-undangan  dan ingkungan;
Peserta memperoleh pengenalan tentang proses dan metoda penyusunan dokumen AMDAL;
Peserta memperoleh pemahaman tentang dampak lingkungan suatu proyek pembangunan dan upaya pengelolaannya.

MATERI PELATIHAN:

A. KEBIJAKAN LINGKUNGAN

Permasalahan Utama Lingkungan Global – Regional – Lokal
Kebijakan Nasional Pembangunan berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
Keterpaduan Kebijakan Lingkungan & Tata Ruang
Peraturan Perundang-Undangan Lingkungan
Kerangka Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup

B. PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN

Dasar-dasar Ekologi
Ekosistem Alami (Hutan, Pesisir-Laut, Gunung/Pegunungan)
Ekosistem Buatan (Desa-Kota, Pertanian, Perkebunan, Pariwisata)
Ekonomi Lingkungan dan Akutansi Sumberdaya Alam
Lingkungan Sosial Budaya dan Kependudukan.

C. PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERPADU

Prinsip-Prinsip Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
Instrumen Pengelolaan Lingkungan
Sistem Informasi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Perencanaan Pengelolaan Lingkungan
Pengendalian Kerusakan Lingkungan
Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan
Penyelesaian Sengketa Lingkungan
Metode Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

D. Dasar-Dasar AMDAL

Pengertian, Manfaat, dan ProsesAMDAL
Teknik Konsultasi Publik

E. STUDI KASUS / SIMULASI

Kunjungan Lapangan
Penyusunan Laporan hasil kunjungan lapangan
Pembahasan/seminar

F. Evaluasi Tulis

3. PROPOSAL PELATIHAN AMDAL TIPE B

TUJUAN
Peserta mengetahui dan menguasai peraturan pelaksanaan AMDAL serta mekanisme penyusunan AMDAL;
Peserta mempunyai kemampuan dan ketrampilan menerapkan metoda untuk penyusunan KAANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL

MATERI PELATIHAN:

A. KEBIJAKSANAAN NASIONAL PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP

Kebijaksanaan Nasional Pembangunan Lingkungan Hidup
Hukum Lingkungan
Penataan Ruang

B. ILMU LINGKUNanGAN
Dasar-dasar Ekologi
Tipologi Ekosistem dan Kerawanannya
Ekosistem Buatan
Aspek sosial dalam pengelolaan lingkungan hidup
Ekonomi Lingkungan

C. PENGERTIAN, PROSES, MANFAAT, DAN METODOLOGI AMDAL
Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
Pelingkupan
Teknik Konsultasi Masyarakat
Kajian alternatif-alternatif dalam AMDAL
Prakiraan Dampak
Prakiraan Dampak Geofisik
Prakiraan Dampak Kimia
Prakiraan Dampak Biota Darat
Prakiraan Dampak Biota Air
Prakiraan Dampak Sosio Demografi
Prakiraan Dampak Sosial Budaya
Prakiraan Dampak Kesmas
Evaluasi Dampak
Evaluasi Dampak Metode Matriks
Evaluasi Dampak Metode Non Matriks
Dampak Kumulatif
Studi Kasus Metodologi AMDAL
Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan
Teknik Penyusunan dan Penilaian AMDAL

D. DAMPAK PEMBANGUNAN DAN PENANGANANNYA
Dampak pada Iklim & Atmosfer
Dampak Bising, Getaran dan Bau
Dampak pada Kualitas Udara
Dampak pada Sumber daya air
Dampak pada hidrodinamika kelautan
Dampak pada Penggunaan Lahan dan Tata Ruang
Dampak Pada Tanah, Lahan dan Tataguna Lahan
Dampak pada struktur bawah permukaan
Dampak pada Ekosistem Perairan
Dampak pada Ekosistem Perairan
Dampak pada Demografi
Dampak pada Sosial Ekonomi
Dampak pada Sosial Budaya
Dampak pada Kesehatan Masyarakat

E. JENIS KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN
Dampak dari jenis kegiatan kehutanan
Dampak dari jenis kegiatan pertambangan dan energi
Dampak dari jenis kegiatan perhubungan
Dampak dari jenis kegiatan pariwisata
Dampak dari jenis kegiatan limbah B3

PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Pengelolaan lingkungan
Pemantauan Lingkungan

G.  METODOLOGI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Geofisik
Komponen Geofisik
Komponen Oseanografi
Komponen Transportasi & Tata Ruang
Komp. Tanah, Lahan & Tataguna Lahan
Kimia Udara
Komponen Kimia Udara
Komponen Bising, Getaran dan Bau
Komponen Air Tawar
Komponen Air Laut
Biologi
Komponen Biota Darat
Komponen Biota Air
Sosial
Komponen Sosio Demografi
Komponen Sosial Ekonomi
Komponen Sosial Budaya
Kesehatan Masyarakat

H.  LATIHAN PENYUSUNAN AMDAL
Pengenalan & Peragaan Alat Sampling
Penyusunan KA. ANDAL
Presentasi Laporan KA. ANDAL
Praktek Lapangan
Latihan Penyusunan ANDAL, RKL-RPL
Presentasi Penyusunan ANDAL, RKL-RPL
Perbaikan/Penyempurnaan dokumen

I. EAVLUASI : Evaluasi Tulis : Evaluasi Lisan

4. ISO 14001 ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM
(Sistem Manajemen Lingkungan)

PENGANTAR
Kepedulian pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan dan perlindungan terhadap kesehatan manusia, telah menyebabkan organisasi atau perusahaan lebih memperhatikan potensi dampak lingkungan yang ada akibat aktivitas, produk dan jasa yang mereka miliki. Kinerja perusahaan dalam bidang lingkungan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pihak internal dan eksternal yang berkepentingan terhadap perusahaan. Untuk mencapai kinerja yang baik dalam bidang lingkungan diperlukan sebuah komitmen organisasi terhadap pendekatan yang sistimatik dan perbaikan yang terus menerus terhadap sistem manajemen lingkungan yang dimilikinya. Badan dunia untuk standarisasi, ISO pada tahun 1996 telah mengeluarkan standar mengenai sistem manajemen lingkungan (SML) yang dikenal dengan ISO seri 14000 (Environmental Management System/EMS). Sistem manajemen lingkungan ini memberikan urutan dan konsistensi bagi perusahaan untuk menangani permasalahan lingkungan melalui pengalokasian sumberdaya, penunjukkan tanggung jawab dan evaluasi yang terus menerus terhadap prosedur, proses dan pelaksanaannya. Pengelolaan lingkungan adalah bagian terpadu dari keseluruhan sistem manajemen perusahaan. Struktur, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumberdaya untuk melaksanakan kebijakan lingkungan, objektif, dan target dapat dikoordinasikan dengan usaha-usaha yang ada yang  berlangsung pada area yang lain seperti operasi produksi, keuangan, mutu, kesehatan dan keselamatan kerja.
Akhir-akhir ini kita melihat banyak perusahaan telah mendapatkan sertifikasi ISO 14001, OHSAS 18001 dan SMK3. Ini merupakan fenomena yang baik dimana banyak perusahaan sudah memiliki komitmen untuk peningkatan kinerja dibidang lingkungan hidup dan K3 dengan pendekatan sistem dan proses yang terstruktur.  Hanya saja sangat disayangkan kalau dalam proses mendapatkan sertifikasi tersebut perusahaan mengembangkan sistem manajemennya dengan cara yang terpisah-pisah antara sistem manajemen K3 dan lingkungan hidup sehingga terjadi proses dan prosedur yang saling tumpang tindih yang berdampak pada penggunaan sumberdaya yang tidak efisien dan tidak efektif.

TUJUAN PELATIHAN
Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat :
Meningkatkan persepsi terhadap bahaya kerusakan lingkungan hidup
Menginterpretasikan persyaratan setiap elemen dan sub elemen ISO 14001
Mengembangkan dan melaksanakan sistem manajemen lingkungan sesuai persyaratan ISO 14001
Mengintegrasikan persyaratan ISO 14001 terhadap sistem manajemen perusahaan yang lain

MATERI PELATIHAN
•    Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pencegahan Pencemaran
•    Kasus dan Masalah Lingkungan Hidup
•    Mengapa Mengelola Lingkungan Hidup
•    Sejarah Pengelolaan Lingkungan Hidup
•    Mencegah dan Mengurangi Pencemaran
•    Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup
•    Persyaratan ISO 14001
•    Pengantar
•    Definisi-Definisi
•    Elemen dan Sub Elemen ISO 14001
•    Korespondensi ISO 14001, OHSAS 18001 dan ISO 9001
•    Panduan Penerapan ISO 14001
•    Panduan Pengembangan
•    Pelaksanaan ISO 14001
•    Integrasi Persyaratan ISO 14001 terhadap Sistem Manajemen Lainnya.
•    Integrasi ISO 14001 dengan Sistem Manajemen Keselamatan
•    Kesehatan Kerja (SMK3)

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini baik untuk mahasiswa, karyawan dan manajemen perusahaan sebagai berikut:
Pimpinan perusahaan atau kepala pabrik
Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS)
EHS engineer
Karyawan dan pimpinan bagian quality
Pimpinan dan karyawan bagian produksi atau operasi
Karyawan lainnya yang ingin menambah wawasan dibidang sistem manajemen K3 dan lingkungan.

5. Integrated QSHE Management System

DESKRIPSI
Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengintegrasikan tiga sistem manajemen, yang meliputi Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2004), standard dan revisinya, Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).

Manfaat Pelatihan:
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat
Memahami persyaratan ISO 9001:2008 dan revisinya, ISO 14001:2004 dan SMK3 untuk kegiatan operasional organisasinya.
Dapat memberikan kesadaran tentang aspek QSHE kepada para staffnya.
Memahami Ruang Lingkup dan Dokumentasi QSHE
Memahami bagaimana mengimplementasikan Sistemnya
Memahami Pengelolaan Rekaman QSHE

MATERI PELATIHAN
•    Pemahaman persyaratan ISO 9001:2004 (Siklus PDCA dalam Aplikasi ISO 9001:2008)
•    Pemahaman persyaratan ISO 14001:2004
•    Pemahaman persyaratan OHSAS 18001:1999 (SMK3)
•    Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan pengendaliannya (HIRARC)
•    Identifikasi dan pengendalian Aspek dan dampak terhadap lingkungan
•    Rencana Tanggap Darurat
•    Struktur dan pembentukan bisnis proses organisasi mendukung untuk integrasi sistem manajemen
•    Membuat Kebijakan, Program dan Sasaran QSHE, serta pencapaiannya
•    Peningkatan berkelanjutan / Continual Improvement

PESERTA PELATIHAN
Wakil Manajemen atau pengendali Sistem Manajemen di organisasi atau Team yang ditunjuk untuk menjalankan sistem di organisasi, termasuk pemilik proses kunci, manajer, supervisor yang terlibat dalam pembuatan sistem manajemen.

6. MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA OHSAS 18001
Occupational Health And Safety Management System

LATAR BELAKANG
Pada tahun 1999 BSI mengeluarkan OHSAS 18001 yang berisi persyaratan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja untuk mengendalikan semua resiko serta meningkatkan kinerja perusahaan yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Persyaratan-persyaratan dari OHSAS 18001 ini dimasukan kedalam sistem manajemen yang sudah dimiliki oleh perusahaan. Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pasal 3 Peraturan Menteri ini menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3. SMK3 tersebut dilaksanakan oleh Pengurus, Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. Kewajiban mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 oleh setiap perusahaan ini ditegaskan kembali dalam Pasal 87 Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi: setiap perusahaan wajib menerapkan sitem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem
manajemen perusahaan.

TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat melakukan :
interpretasi persyaratan OHSAS 18001 terhadap sifat dan operasi perusahaan
mengkoordinir dan memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001
menilai kesesuaian pelaksanaan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001

MATERI PELATIHAN
•    Kecelakaan dan apa yang terjadi sebelum kecelakaan
•    Kecelakaan
•    Apa yang Terjadi Sebelum Kecelakaan
•    Paradigma baru mengenai K3
•    Paradigma baru mengenai K3 dan pencegahan serta mengurangi kecelakaan
•    Peraturan perundangan K3
•    Sistem  manajemen K3
•    Pengantar sistem manajemen K3
•    Keuntungan K3
•    Persyaratan OHSAS 18001
•    Definisi dan terminologi
•    Elemen dan Sub Elemen OHSAS 18001

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini baik untuk mahasiswa, karyawan dan manajemen perusahaan sebagai
berikut:
Pimpinan perusahaan atau kepala pabrik
Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS)
EHS engineer
Karyawan dan pimpinan bagian quality
Pimpinan dan karyawan bagian produksi atau operasi
Karyawan lainnya yang ingin menambah wawasan dibidang sistem manajemen K3 dan lingkungan.

7. TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE
(Pelatihan Manajemen Perawatan dan Kehandalan Mesin Produksi)

PENGANTAR
Total productive Maintenance merupakan salah satu konsep inovasi dari Jepang, dan Nippondenso adalah perusahaan pertama yang menerapkan dan mengembangkan konsep TPM pada tahun 1960. TPM menjadi sangat popular dan tersebar luas hingga keluar jepang dengan sangat cepat. Hal ini terjadi karena dengan penerapan TPM mendapatkan hasil yang dramatis, yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam produksi dan perawatan mesin bagi pekerja.

TUJUAN PELATIHAN
Setelah training ini, peserta pelatihan diharapkan dapat membantu perusahaan untuk:
Meningkatkan equipment productivity
Mengurangi equipment downtime
Menurunkan maintenance dan production cost
Meningkatkan return on investement
Meningkatkan plant capacity
Mendekati zero defect
Meningkatkan kepuasan kerja

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini baik untuk karyawan dan manajemen perusahaan sebagai berikut:
Karyawan/staff hingga level Manager dari latar belakang maintenance/ perawatan mesin.
Karyawan/staff hingga level Manager dari latar belakang produksi/ operasional.
Karyawan/Staff dari latar belakang Quality Assurance / Quality Management Representative.
Karyawan/Staff dari bagian lain yang terkait.

MATERI PELATIHAN
•    Pengantar dan Manfaat TPM Mengetahui gambaran dasar dari TPM dan keuntungan dari penerapan TPM
•    3 Fase dan 12 Langkah penerapan TPM Memahami tahapan dan langkah – langkah yang diperlukan untuk mengimplementasikan TPM dalam Corporate Culture
•    Aktivitas TPM Memahami tools dasar untuk menghitung dan meningkatkan OEE, mengurangi Loss, serta cara yang diperlukan dalam mengembangkan Autonomous Maintenance
•    Small Groups Activity Memahami aktivitas grup kecil dalam implementasi TPM,  dan pengenalan berbagai tools yang digunakan oleh grup kecil
•    Membangun TPM kedalam QMS
•    Post test Test akhir untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta

8. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(SMK3)

PENGANTAR
Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pasal 3 Peraturan Menteri ini menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3. SMK3 tersebut dilaksanakan oleh Pengurus, Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. Kewajiban mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 oleh setiap perusahaan ini ditegaskan kembali dalam Pasal 87 Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi: setiap perusahaan wajib menerapkan sitem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Akhir-akhir ini kita melihat banyak perusahaan telah mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001, SMK3 dan ISO 14001. Ini merupakan fenomena yang baik dimana banyak perusahaan sudah memiliki komitmen untuk peningkatan kinerja dibidang K3 dan lingkungan hidup dengan pendekatan sistem dan proses yang terstruktur. Hanya saja sangat disayangkan kalau dalam proses mendapatkan sertifikasi tersebut perusahaan mengembangkan sistem manajemennya dengan cara yang terpisah-pisah antara sistem manajemen K3 dan lingkungan hidup sehingga terjadi proses dan prosedur yang saling tumpang tindih yang berdampak pada penggunaan sumberdaya yang tidak efisien dan efektif.

TUJUAN PELATIHAN
:Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat:
Meningkatkan persepsi terhadap resiko keselamatan dan kesehatan kerja
Menginterpretasikan persyaratan setiap elemen dan sub elemen SMK3
Mengembangkan dan melaksanakan sistem manajemen K3 sesuai persyaratan SMK3
Mengintegrasikan persyaratan SMK3 terhadap sistem manajemen perusahaan yang lain

MATERI PELATIHAN
•    Paradigma Baru K3
•    Kecelakaan
•    Apa yang Terjadi sebelum kecelakaan
•    Mengapa K3
•    Mencegah dan mengurangi kecelakaan
•    Peraturan Perundangan K3
•    Persyaratan SMK3
•    Pengantar dan Definisi-definisi
•    Elemen dan Sub Elemen SMK3
•    Korespondensi SMK3, OHSAS 18001, dan ISO 14001
•    Panduan Penerapan SMK3 dan Integrasi SMK3 dengan Sistem Manajemen lainnya (OHSAS 18001 dan ISO 14001).
•    Proses Typical Input
•    Proses Typical Output

9. EHS MS AUDIT BASED ON ISO 19011
(Pelatihan Audit Manajemen K3 dan Manajemen Lingkungan)

PENGANTAR
Banyak perusahaan saat ini telah melaksanakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lingkungan. Biasanya pelaksanaan sistem manajemen tersebut didasarkan atas persyaratan sistem manajemen K3 OHSAS 18001, persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan sistem manajemen K3 sesuai persyaratan Permennaker 05 Tahun 1996. Salah satu elemen atau klausal dari sistem-sistem manajemen tersebut adalah persyaratan untuk dilaksanakannya audit sistem manajemen, baik audit internal maupun audit eksternal untuk melihat kesesuaian pelaksanaan sistem manajemen tersebut dengan kebijakan yang ditetapkan dan persyaratan dari sistem manajemen tersebut di atas. Standar internasional untuk pengelolaan dan pelaksanaan program audit sistem manajemen ini adalah standar ISO 19011. Pelatihan ini akan menjelaskan mengenai prinsip audit system  manajemen, pengelolaan program audit kompetensi dan evaluasi auditor serta interpretasi persyaratan ISO 14001 dan OHSAS 18001.

TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan perusahaan, praktisi HSE, auditor HSE MS, dan karyawan lainnya untuk :
Memahami prinsip dan pelaksanaan audit system manajemen K3 dan lingkungan
Melaksanakan audit internal untuk sistem manajemen K3 & lingkungan di perusahaan

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini baik untuk mahasiswa, karyawan dan manajemen perusahaan sebagai berikut:
Pimpinan perusahaan atau kepala pabrik
Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS)
EHS engineer
Karyawan dan pimpinan bagian quality
Pimpinan dan karyawan bagian produksi atau operasi
Karyawan lainnya yang ingin menambah wawasan dibidang sistem manajemen K3 dan lingkungan.

MATERI PELATIHAN
•    Pengantar audit sistem manajemen
•    Audit sistem manajemen dan persyaratannya
•    Definisi-definisi
•    Prinsip-Prinsip Audit
•    Mengelola program audit
•    Audit program objectives and extent
•    Audit program implementation
•    Audit program records
•    Audit program monitoring and reviewing
•    Aktivitas audit
•    Initiating the audit
•    Conducting document review
•    Preparing for the on-site audit activities
•    Conducting on-site audit activities
•    Preparing, approving and distributing the audit report
•    Completing the audit
•    Conducting audit follow up
•    Kompetensi dan evaluasi auditor
•    Personal attributes
•    Knowledge and skill
•    Education, work experience, auditor training and audit experience
•    Maintenance and improvement of competence
•    Auditor evaluation
•    Interpretasi persyaratan sistem manajemen
•    ISO 14001
•    OHSAS 18001
•    SMK3 sesuai Permenaker PER.05/MEN/1996
•    Demo dan praktek pelaksanaan audit
•    Teknik wawancara
•    Verifikasi lapangan

10. Bahan-Bahan Kimia Berbahaya
Deskripsi :
Bahan kimia berbahaya mencakup bahan kimia korosive, racun dan sangat mudah terbakar (flammables). Di industri bahan kimia dijumpai sebagai bahan proses dan juga sebagai bahan buangan (waste). Informasi yang kurang dan tidak benar terhadap bahan kimia ini dapat mengakibatkan fatal bagi operator yang bekerja dengan bahan kimia itu.

Course Outline :
•    The Nature of Hazardous Chemicals in Industries ( hazardous Properties dari bahan kimia berbahaya)
•    Identifikasi bahan kimia berbahaya
•    Health effects dari bahan kimia berbahaya
•    Hazard system bahan kimia berbahaya
•    Hazardous Chemical Management
•    Storage of Hazardous Chemicals
•    Handling and transportation of Hazardous Chemicals (safety checklist, hazard diamond, labeling, MSDS)
•    Risk assessment due to Hazardous Chemicals Released
•    Strategies (Management for Risk Prevention)
•    Disposal methods for hazardous waste (Incineration, Land Fill, remediation)

Peserta : Komponen perusahaan minyak dan gas seperti Drilling Engineer, SH&E Engineer, Kontraktor perusahaan migas, dan humas.

11. H2S &CO2 Removal
Deskripsi :
Peserta akan diberikan pengetahuan dan atau peningkatan pemahaman tentang bahaya H2S dan CO2, serta memisahkannya termasuk teknik dan prosesnya. Peserta diharapkan akan meningkatkan kinerjanya baik secara teknik maupun K3 tentang H2S dan CO2 removal.

Course Outline :
•    Satuan ukuran
•    Kimia dasar
•    Sifat gas alam
•    Proses CO2 removal
•    CO2 removal dengan MEA dan perhitungannya
•    CO2 removal dengan membrane
•    CO2 removal dengan membrane bertahap
•    Penyerapan Hg, CO2 dan H2S : proses penyerapan Hg, proses penyerapan H2S dan CO2, Benfield dan DEA system dan parameter yang penting, purpose of vanadium, dehydrator, gas liquid adsorption, gas solid adsorption, gas hydrate, molsieve.

Peserta : Engineers in Geologist and Geophysicist, Supervisor lapangan, Teknisi & Operator produksi

Durasi : 3 hari

12. Hazardous Waste Management
Deskripsi
Untuk mengelola bahan buangan industri, yang dikenali sebagai bahan buangan berbahaya, memerlukan wawasan dan identifikasi yang benar terhadap bahan berbahaya tersebut. Identifikasi bahan mencakup why, when, who, what, where dari bahan buangan industri yang dikategorikan sebagai hazardous waste. Manajemen yang terkait dengan bahan buangan berbahaya (hazardous waste) mencakup caracara identifikasi bahan, handling, storing dan cara pengolahan dan pembuangan bahan berbahaya tersebut.

Course Outline :
•    Identifikasi dan klasifikasi terhadap bahan buangan berbahaya (B3)/hazardous waste
•    Effect terhadap kesehatan dan lingkungan (health and environment effects)
•    Handling and transportation of hazardous waste
•    Pengelolaan untuk industrial hazardous waste
•    Remedial action untuk hazardous waste

Peserta : Karyawan dari berbagai departemen yang pekerjaannya berhubungan dengan proses kimia khususnya yang terkait dengan pengelolaan gas buangan industri

13. Manajemen Limbah B3
Deskripsi :
Perbedaan paling penting yang membedakan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan pengelolaan limbah lain adalah pertanggung-jawaban hukumnya (law liability). Pada limbah non-B3 hasil akhir pengelolaan lebih penting dibandingkan dengan cara mencapai hasil tersebut. Artinya, bila suatu perusahaan telah memenuhi baku mutu limbah, maka perusahaan tersebut telah berhasil melakukan pengelolaan limbah. Namun, pada limbah B3, selain hasil akhir, cara (prosedur, proses dan teknik) pengelolaan juga harus memenuhi peraturan yang berlaku.

Course Outline :
•    Kebijakan dan peraturan tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Karakteristik dan dampak limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Dokumen (manifest) limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Penyimpanan dan Pengemasan limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Label dan simbol limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Persyaratan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Penimbunan dan pembuangan akhir limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Sistem tanggap darurat pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
•    Pemanfaatan limbah bahan berbahaya danberacun

Peserta : Komponen perusahaan minyak dan gas, Engineers, Humas

Durasi : 3 hari

14. Penanganan Limbah Minyak (IDO)
Deskripsi
Limbah minyak (IDO) mempunyai sifat spesifik yang biasanya dimaksimalkan kualitasnya sebagai energi yang diproses industri. Penyimpanan dan transportasi dari IDO perlu kehati–hatian untuk mencegah terjadinya limbah. Pemurnian limbah baik minyak–air maupun minyak–air Lumpur dapat dilakukan untuk memimimalisir limbah yang dihasilkan.

Course Outline :
•    Pengamanan minyak bumi
•    Sifat fisis dan kimia IDO
•    Penyimpanan dan transportasi IDO
•    Kualitas penyalaan dan energi IDO
•    Pemurnian IDO
•    Pemisahan campuran minyak – air
•    Pemisahan campuran minyak – air – Lumpur

Peserta : Operator, teknisi, engineer dan siapa saja yang berhubungan dengan penanganan limbah Industri.

Durasi : 3 hari

15. Water Pollutan

Deskripsi
Secara teknis unit pengolahan limbah cair merupakan sebuah sistem produksi yang kompleks dan rumit. Kadang jauh lebih kompleks dari sistem produksi lain yang ada di perusahaan. Sayangnya unit pengolahan limbah cair seringkali dikelola dan dioperasikan oleh sumberdaya manusia (SDM) yang kurang dibekali dengan pengetahuan dan kurang memiliki kompetensi yang memadai. Hal ini menjadi faktor utama output pengolahan limbah cair tidak memenuhi baku mutu limbah/lingkungan secara konsisten dan biaya pengolahan menjadi mahal. Karena itu perusahaan memerlukan SDM yang mengerti sistem pengolahan limbah, yang dapat mengoperasikan dan mengatasi permasalahan yang timbul serta mampu melakukan modifikasi proses bila terjadi perubahan kualitas atau kuantitas limbah yang masuk ke sistem pengolahan.

Course Outline :
•    Sistem Pengolahan Limbah Cair di Industri
•    Karakteristik Limbah Cair Industri dan Dampak Lingkungannya
•    Screening dan Filtrasi
•    Ekualisasi Limbah
•    Pengadukan, Koagulasi, dan Flokulasi
•    Pengendapan dan Flotasi
•    Aerasi dan Perpindahan Gas
•    Penyesuaian dan Pengendalian pH
•    Oksidasi, Reduksi, dan Presipitasi
•    Adsorbsi untuk Penghilangan Organik, Bau dan Warna
•    Penukaran Ion dan Proses Membran
•    Pengolahan biologi menggunakan lumpur aktif
•    Pengolahan biologi secara anaerobik
•    Pengelolaan dan pengolahan lumpur

Peserta : Pengelola (baik level manajemen maupun operator) dan process engineer pada pengolahan air limbah domestik ataupun industri

16. Water Treatment Management
Deskripsi
Ketatnya peraturan dan kesadaran akan lingkungan mengharuskan pihak industri mencari upaya yang selalu lebih efektif dan efisien untuk mengolah air limbah. Hal tersebut juga sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang memiliki tiga pilar sekaligus, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan.Berbagai kendala masih menghadang pihak industri dalam upaya melakukan pengolahan air limbahnya agar sesuai dengan ketentuan baku mutu. Kendala-kendala tersebut antara lain (persepsi tingginya) biaya yang harus ditanggung, baik biaya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun biaya operasional, ketersediaan lahan yang sempit, faktor sumber daya manusia (SDM) yang tidak mencukupi, dsb.

Course Outline :
•    Manajemen Teknologi Limbah Industri
•    Karakter , Kualitas, dan Standar air limbah
•    Laju air limbah
•    Tujuan dan metode pengolahan air limbah
•    Sistem Pengolahan Limbah Cair secara fisika
•    Sistem Pengolahan Limbah Cair secara kimia
•    Sistem Pengolahan Limbah Cair secara biologi
•    Desain fasilitas pengolahan limbah
•    Penghilangan residu suspended solids, nitrogen, dan phosphate
•    Pengelolaan limbah pengolahan air limbah
•    Aspek manajemen dalam komunitas pengelolaan air limbah
•    Perencanaan dan Pengendalian IPAL

Peserta : Pengelola (baik level manajemen maupun operator) dan process engineer pada pengolahan air limbah domestik ataupun industri.

Durasi : 3 hari

17. Well Completion
Deskripsi :
The course will help participants improve completion results and maximize asset value by optimizing stimulation treatments. The “Completion Efficiency” process (SPE 90483) involves the development of a calibrated net pay model to determine if poor production performance is the result of permeability-thickness, reservoir pressure, completion practices, or a combination of these factors. An integrative process stresses using wireline logs, core data, and production test data in order to develop local models and ultimately predict production performance using only a basic log suite and completion information.

Course Outline :
•    Review of Basic Log Analysis Techniques
•    Log Quality Control and Calibration Steps
•    Log Data Normalization
•    Completion Efficiency Model Data Requirements
•    Net Pay Determination (Stiles-George Technique)
•    Permeability, Rock Properties and Pressure Model Calibration
•    Integration of Rock Properties, Permeability, and Pressure Models
•    Completion Efficiency Exercises
•    Best Practices for Improving Completion Efficiency
•    Review of Local Examples and Discussion

Peserta : Reservoir Engineers, Geologists, Petrophysicists, Completion Engineers, and Asset Managers.

Durasi : 3 hari

Jadwal Agenda Pelatihan Terupdate Tahun 2017

24 sd 26 Januari 2017

14 sd 16 Februari 2017

29 sd 31 Maret 2017

11 sd 13 April 2017

8 sd 10 Mei 2017 and 22 sd 24 Mei 2017

6 sd 8 Juni 2017

18 sd 20 Juli 2017

14 sd 16 Agustus 2017

18 sd 20 September 2017

10 sd 12 Oktober 2017

7 d 9 November 2017

4 sd 6 Desember 2017 and 26 sd 28 Desember 2017

*Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Lokasi Training Pengelolaan Migas  :
•    Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)
•    Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)
•    Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)
•    Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

  • Surabaya, Hotel Amaris (6.000.000 IDR / participant)
    •   Lombok, Hotel Jayakarta(7.500.000 IDR / participant)

Investasi Training Pengelolaan Migas tahun 2016 ini :
•    Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
•    Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

🙂

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*